Penuh Keraguan, Bimbang, Adil Pandai Bermuka Dua, Memiliki Naluri Yang Kuat, Mempesona
Nomor Keberuntungan : 8, 17, 22, 35, 39, 44
Aroma Keberuntungan : Peppermint, Kayu Pinus, Vanilla
Planet Yang Mengitari : Venus
Bunga Keberuntungan : Bunga Violet
Warna Keberuntungan : Biru
Batu Keberuntungan : Batu Pirus/Permata
Elemen Keberuntungan : Udara
Pasangan Serasi : Aries
Para libra sangat menawan, sulit ditebak, dan memiliki inteligensi yang tinggi; mereka dapat bekerja sama dan adil, namun penuh kebimbangan dan selalu mencari ketenangan batin. Mereka selalu kawatir pada hari ini dan selalu melakukan apapun juga untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka suka bekerja sama daripada bekerja sendiri. Mereka haus akan pengetahuan dan memiliki minat yang besar pada bidang kehumasan dan kejiwaan. Mereka selau tampil sebagai pembawa damai dan jarang mudah marah, namun apabila marah, mereka dapat membuat orang di sekitarnya gemetar ketakutan. Cita rasa Libra klasik dan mereka menyukai kombinasi antara kesederhanaan dan kesempurnaan. Keragu-raguan mereka adalah langkah mundur terbesar bagi mereka. Tidak hanya membuat mereka kehilangan kesempatan tetapi juga membuat mereka yang berhubungan dengan Libra menjadi bingung. Mereka memiliki keinginan yang besar untuk menjaga segala sesuatunya tetap harmonis dan bersedia berkorban untuk mendapatkannya. Mereka mempunyai jiwa seni, keindahan, dan rencana. Ini semua membantu Libra dalam mencapai apa yang telah mereka tetapkan. Dalam menyelesaikan tugasnya, Libra selalu berhasil berkompromi dan membujuk orang lain untuk melakukan perbuatan sesuai dengan kehendaknya.
Asmara para Libra : Para Libra akan mengerjakan apa saja demi memuaskan pasangannya. Mereka tertarik pada individual yang cantik/tampan. Para Libra tidak suka kata-kata kotor, penampilan yang sembrono atau prilaku buruk dari pasangannya. Para Libra tidak suka menyakiti orang lain. Keagungan, kemurahan hatinya dan pesonanya akan selalu menarik orang di dekatnya. Rasa aman yang didapatnya akan membuatnya bahagia.
skip to main |
skip to sidebar

ejarah Bangsa Korea , dimana beladiri ini berasal. Sebutan Taekwondo sendiri baru dikenal sejak tahun 1954, merupakan modifikasi dan penyempurnaan dari berbagai beladiri tradisional Korea.
Latar belakang sejarah perkembangan Taekwondo dpt dibagi dalam 4 kurun waktu, yaitu : Pada masa kuno, masa pertengahan , masa modern dan masa sekarang.
Pada Masa Kuno
Asal Mula Taekwondo
Pada dasarnya manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri dan hidupnya, hal ini secara disengaja maupun tidak akan memacu aktivitas fisiknya sepanjang waktu. Manusia dalam tumbuh dan berkembang tidak dapat lepas dari kegiatan / gerakan fisiknya , tanpa menghiraukan waktu dan tempat. Pada masa kuno manusia tidak punya pikiran lain untuk mempertahankan dirinya kecuali dengan tangan kosong, hal ini secara alamiah mengembangkan teknik - teknik bertarung dengan tangan kosong. Pada saat kemampuan bertarung secara tangan kosong dikembangkan sebagai suatu cara untuk menyerang dan bertahan, digunakan pula untuk membangun kekuatan fisik seseorang, bahkan dijadikan pertunjukan dalam acara ritual. Manusia mempelajari teknik - teknik bertarung didapat dari pengalaman nya melawan musuh - musuhnya. Inilah yang diyakini menjadi dasar seni beladiri Taekwondo yang kita kenal sekarang, dimana pada masa lampau dikenal sebagai 'Subak" , "Taekkyon", " Takkyon" , maupun beberapa nama lainnya. Pada asal mula sejarah Semenanjung Korea , ada 3 suku bangsa / kerajaan yang mempertunjukan kontes seni beladiri pada acara ritualnya. Ketiga kerajaan ini saling bersaing satu sama lain, ketiganya adalah Koguryo, Paekje dan Silla, semuanya melatih para ksatria untuk dijadikan salah satu kekuatan negara, bahkan para ksatria yang tergabung dalam militer saat itu, menjadi warga negara yang mempunyai kedudukan yang sangat terpandang. Menurut catatan , kelompok ksatria muda yang terorganisir seperti " Hwarangdo" di Silla dan "Chouisonin " di Koguryo, semuanya menjadikan latihan seni beladiri sebagai salah satu subyek penting yang harus dipelajari. Sebuah buku tentang seni beladiri yang disebut " Muye Dobo Tongji " menyebutkan : " ( Taekwondo) Seni pertarungan tangan kosong adalah dasar dari seni beladiri , yang membangun kekuatan dengan melatih tangan dan kaki hingga menyatu dengan tubuh agar dapat bergerak bebas leluasa, sehingga dapat digunakan saat menghadapi situasi yang kritis, berarti ( Taekwondo ) dapat digunakan setiap saat ".
Koguryo's 'sonbae' dan Taekkyon
Koguryo yang berdiri pada 57 tahun seblem masehi di semenanjung Korea bagian utara, membentuk kesatuan para ksatria tangguh yang disebut 'Sonbae', yang artinya laki - laki yang bersifat baik dan tak pernah takut dalam bertarung / perang . Dalam buku sejarah disebutkan bahwa saat Dinasti Chosun Kuno memerintah , tanggal 10 Maret setiap tahunnya pada hari raya Koguryo, masyarakat merayakan nya dengan acara - acara kontes tarian pedang, memanah, subak ( Taekkyon ) dan sebagainya. Kontes Subak ( Taekyon ) sebutan untuk Seni beladiri Taekwondo pada masa itu adalah salah satu kegiatan yang sangat populer. Penemuan beberapa lukisan dinding makam pada masa Koguryo, yang menggambarkan 2 orang yang saling bertarung dalam sikap Takkyon ( Taekwondo ), membuktikan bahwa seni beladiri yang sekarang kita kenal sebagai Taekwondo telah dipraktekan sejak 2000 tahun yang lalu di Semenanjung Korea.
Gambar di atas adalah lukisan dinding yang ditemukan pada langit - langit kuburan kerajaan Muyong - chong jaman dinasti Koguryo, yang menggambarkan 2 orang yang sedang mempraktekkan beladiri ( Taekwondo kuno )
Shilla's 'Hwarang" dan Taekkyon
Kerajaan Shilla berdiri pada tahun 57 sebelum masehi di tenggara semenanjung Korea, secara geografis tidak terancam dari luar, tetapi dengan berdirinya Kerajaan Pakje disisi barat dan awal serbuan dari Koguryo dari utara maka Kerjaan Shilla mempersenjatai diri dengan meningkatkan dengan kemampuan seni beladiri yang berkembang saat itu. " Hwarangdo" adalah tipe beladiri dari Shilla yang merupakan asimilasi dari sistem beladiri " Sonbae " dari Koguryo. Anggota - anggota Hwarang berlatih keras dengan semboyannya yang terkenal yaitu bakti kepada orang tua, setia pada negara & bangsa, pantang mundur dlm perang. Kim Yu Sin dan Kim Chun Chu adalah orang - orang yang memberikan sumbangan besar bagi penyatuan 3 kerajaan di Semennajung Korea. Dalam catatan peristiwa dari Chosun melukiskan kehidupan para Hwarang , sebutan bagi para ksatria yang mempelajari Hwarangdo, para hwarang diseleksi oleh kerajaan , dan setelahnya mereka hidup dan berkumpul dalam kelompok menurut yang mereka pelajari, seperti Subak ( bentuk dari Taekwondo kuno ), bermain pedang, berkuda dan bermain " Sirum" / gulat gaya Korea. Diwaktu damai, hwarang bekerja melayani masyarakat, membantu keadaan darurat dan membangun jalan & benteng, siap mengorbankan hidupnya saat berperang. Hwarang sangat dipengaruhi oleh disiplin agama Budha, dapat dilihat di Kyonju Museum sangat jelas ditunjukan bahwa seni beladiri ini dipraktekan di kuil - kuil, digambarkan dengan adegan laki - laki yang tampak kuat dalam sikap menyerang dan bertahan dengan tangan kosong. Sikap yang ditampilkan sangat menarik adalah sikap Kumgang Yoksa yang sama dengan sikap pada beladiri Taekwondo sekarang . Ini membuktikan bahwa pada masa kerajaan Shilla " Subak" dan "Taekkyon" tampak / muncul bersamaan , dan keduanya menandakan bahwa teknik - teknik tangan dan kaki tersebut dipakai dalam Taekwondo sekarang ini.
Gambar di atas adalah patung 2 ksatria yang sedang dalam pose / sikap beladiri Kumgang Yoksa, yang terdapat pada gua Sokkuram di Kyongju, yang berasal dari abad ke 7.
Taekkyon dari Koguryo ke Shilla
Seni bela diri Taekkyon yang populer di Koguryo, ternyata tertulis juga di Shilla, dibuktikan dengan : i. "Hwarang " ( Sonrang ) di Shilla mempunyai arti kata yang sama dengan "Sonbae" di Koguryo jika ditinjau dari sudut etymology. ii. Keduanya memiliki sistem organisasi dan hirarki yang sama. iii. Menurut catatan sejarah, Sonbae di Koguryo digunakan dalam kompetisi Taekkyon saat perayaan nasional, hwarang di Shilla juga memainkan Taekkyon ( Subak,dokkyoni, atau taekkoni ) dalam perayaan seperti "palkwanhoe" dan "hankawi", hal ini menunjukkan perkembangan secara sistematis teknik beladiri kuno ke Taekkyon / Sonbae yang menjadi dasar seni beladiri di Korea sekitar 200 tahun sesudah masehi. Mulai abad ke 4 sesudah masehi seni beladiri ini makin memasyarakat dan berkembang melalui sekolah / perguruan seni beladiri dengan berbagai kelompok teknik tangan kosong dan kaki.
Masa Pertengahan
Pada Dinasti Koryo ( 918 sampai 1392 Masehi ) yang mana penyatuan Semenanjung Korea setelah Shilla, Taekkyon berkembang sangat sistematis dan merupakan mata ujian penting untuk seleksi ketentaraan. Teknik Taekkyon tumbuh menjadi senjata yang efektif untuk membunuh. Pada permulaan Dinasti Koryo, kemampuan beladiri menjadi kualifikasi untuk merekrut personel ketentaraan sebab kerajaan membutuhkan kemampuan pertahanan yang kuat setelah penaklukan seluruh semenanjung Korea. Kemampuan dalam beladiri Taekkyon sangat menentukan pangkat seseorang dalam ketentaraan. Raja - raja pada dinasti Koryo sangat tertarik pada kontes Taekkyon yang disebut "Subakhui", yang populer juga dimasyarakat dan dijadikan ajang perekrutan tentara. Namun pada akhir pemerintahan Dinasti Koryo ketika penggunaan senjata api mulai dikenal , membuat dukungan terhadap kemajuan beladiri berkurang jauh.
Masa Modern
Pada masa modern Korea , saat Dinasti Chosun ( Yi ) pada tahun 1392 sampai 1910, Kerajaan Korea dan Jaman penjajahan Jepang sampai tahun 1945, Subakhui dan Taekkyon, sebutan Taekwondo pada saat itu mengalami kemunduran dan tidak mendapat dukungan dari pemerintah yang memodernisasi tentaranya dengan senjata api. Dinasti Yi yang didirikan dalam ideologi Konfusius , lebih mementingkan kegiatan kebudayaan daripada seni beladiri. Kemudian , saat raja Jungjo setelah invasi oleh Jepang pada tahun 1952, pemerintah kerajaan membangun kembali pertahanan yang kuat dengan memperkuat latihan ketentaraan dan praktek seni beladiri. Seputar periode ini, terbit sebuah buku tentang ilustrasi seni bela diri yang diber judul Muyedobo - Tonji, yang memuat gambar - gambar dan ilustrasi yang mirip / menyerupai bentuk / sikap ( Poomse ) dan Gerakan Dasar ( Basic Movement ) Taekwondo sekarang, namun tentunya hal ini tak dapat diperbandingkan begitu saja dengan Taekwondo saat ini yang telah dimodernisasi dengan penelitian yang berdasarkan ilmu pengetahuan modern ( Scientific Studies). Akan tetapi , saat penjajahan Jepang semua kesenian rakyat dilarang termasuk Taekkyon, untuk menekan rakyat Korea. Seni beladiri Taekkyon hanya diajarkan secara sembunyi oleh para master beladiri sampai masa kemerdekaan pada tahun 1945.
Masa Sekarang
Seiring dengan kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang, konsep baru tentang kebudayaan dan tradisi mulai bangkit. Banyak para ahli seni beladiri mendirikan sekolah / perguruan beladiri . Dengan meningkatnya populasi dan hubungan kerjasama yang baik antar perguruan beladiri, akhirnya diputuskan menyatukan berbagai nama seni beladiri mereka dengan sebutan : Tae Kwon Do, pada tahun 1954. Pada 16 September 1961 sempat berubah menjadi Taesoodo namun kembali menjadi Taekwondo dengan organisasi nasionalnya bernama Korea Taekwondo Association ( KTA ) pada tanggal 5 Agustus 1965, dan menjadi anggota Korean Sport Council. Pada era tahun 1965 sampai 1970 an , KTA banyak menyelenggarakan berbagai acara pertandingan dan demonstrasi untuk berbagai kalangan pada skala nasional. Taekwondo berkembang dan menyebar dipelbagai kalangan, hingga diakui sebagai disiplin / program resmi oleh Pertahanan Nasional Korea , menjadi olahraga wajib bagi tentara dan polisi. Tentara Korea yang berpartisipasi dalam perang Vietnam dibekali keahlian Taekwondo, pada saat itulah Taekwondo mendapatkan perhatian besar dari dunia. Nilai lebih ini menjadikan Taekwondo dinyatakan sebagai olahraga nasional Korea. Pada tahun 1972, Kukkiwon didirikan, sebagai markas besar Taekwondo, hal ini menjadi penting bagi pengembangan Taekwondo keseluruh dunia. Kejuaran dunia Taekwondo yang pertama diadakan pada tahun 1973 di Kuk Ki Won,Seoul ,Korea Selatan, sampai saat ini kejuaraan dunia rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Disamping itu , untuk meningkatkan kualitas Instruktur Taekwondo diseluruh dunia, Kukkiwon membuka Taekwondo Academy, yang mulai tahun 1998 telah membuka Program pelatihannya bagi Instruktur Taekwondo dari seluruh dunia. Kuk Ki Won, sebagai markas besar Taekwondo Dunia, disinilah pusat penelitian dan pengembangan Taekwondo, Pelatihan para Instruktur , sekretariat promosi ujian tingkat internasional. Pada 28 Mei 1973, The World Taekwondo Federation ( WTF ) didirikan, dan sekarang telah mempunyai 156 negara anggota dan Taekwondo telah dipraktekan oleh lebih dari 50 juta orang diseluruh penjuru dunia, dan angka ini masih terus bertambah seiring perkembangan Taekwondo yang makin maju dan populer. Taekwondo telah dipertandingkan diberbagai pertandingan multi even diseluruh dunia , dan Taekwondo telah dipertandingkan sebagai ekshibisi pada Olympic Games 1988 Seoul dan telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di Olympic Games 2000, Sydney.
Sejarah Singkat Taekwondo Indonesia
Taekwondo mulai berkembang di Indonesia pada tahun 70-an , dimulai aliran Taekwondo yang berafiliasi ke ITF ( International Taekwondo Federation ) yang pada waktu itu bermarkas besar di Toronto Kanada, aliran ini dipimpin dan dipelopori oleh Gen. Choi Hong Hi, kemudian berkembang juga aliran Taekwondo yang berafiliasi ke WTF ( The World Taekwondo Federation )yang berpusat di Kukkiwon, Seoul, Korea Selatan dgn Presiden Dr. Un Yong Kim .
Pada waktu itu, di Indonesia kedua aliran ini yang masing - masing mempunyai organisasi ditingkat nasional yaituPersatuan Taekwondo Indonesia ( PTI ) yg berafiliasi ke ITF dipimpin oleh Letjen. Leo Lopolisa dan Federasi Taekwondo Indonesia ( FTI ) yg berafiliasi ke WTF dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri .
Atas kesepakatan bersama dan melihat prospek perkembangan didunia olahraga International dan Nasional , maka Musyawarah Nasional Taekwondo pada Tanggal 28 maret 1981 berhasil menyatukan kedua organisasi Taekwondo tersebut, menjadi organisasi baru yang disebut Taekwondo Indonesia dan dipimpin oleh Leo Lopolisa sebagai Ketua Umumnya, sedangkan struktur organisasi ditingkat nasionalnya disebut PBTI ( Pengurus Besar Taekwondo Indonesia ) dan berpusat di Jakarta. Munas Taekwondo Indonesia I pada Tanggal 17 - 18 September 1984 menetapkan Letjen. Sarwo Edhie Wibowo ( Alm. ) sebagai Ketua Umum Taekwondo Indonesia periode 1984 - 1988, maka era baru Taekwondo Indonesia yang bersatu dan kuat dimulai. Selanjutnya Taekwondo Indonesia sempat dipimpin olehSoeweno, Harsudiyono Hartas, dan sekarang oleh Letjen ( Mar ) Suharto.
Kini Taekwondo Indonesia telah berkembang di seluruh propinsi di Indonesia dan diikuti aktif oleh lebih dari 200.000 anggota , angka ini belum termasuk yang tidak secara aktif berlatih. Taekwondo telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di arena PON. Beberapa atlet yang pernah berjaya membela negara di event International antara lain seperti : Budi Setiawan, Rahmi Kurnia, Siauw Lung, Yefi Triaji, Lamting , Yeni Latif, Dirk Richard, dan sebagainya. dimasa Thn 1986 s/d Thn. 1993 . Pada generasi berikutnya antara lain seperti Yuana Wangsa Putri yang mewakili Indonesia di even Olympic Games 2000, Sidney dan Ika Dian Fitria yang berhasil meraih medali emas Kejuaraan Dunia Yunior pada November 2000.
sumber : www.taekwondo-indonesia.com/profil-PBTI.php
Tata Cara Upacara TaeKwondo yang terdiri dari:
◊ DOJANG
Dojang merupakan suatu tempat berkumpulnya para Taekwondoin, baik tua maupun muda, laki-laki atau perempuan, secara bersama-sama untuk berlatih Taekwondo. Dojang biasanya berupa suatu kelas atau ruang tertutup, namun tidak tertutup kemungkinan bahwa suatu lapangan terbuka pun dijadikan sebagai suatu dojang. Di dojang, para Taekwondoin saling berlatih lebih jauh dan memperbaiki kemampuan diri masing-masing dalam Taekwondo, baik secara fisik maupun mental di bawah bimbingan seorang instruktur yang sudah terlatih juga sebelumnya. Instruktur yang biasa dipanggil dengan sebutan Sabam, berkewajiban untuk menciptakan suatu iklim yang baik di dalam dojang agar para Taekwondoin dapat berkonsentrasi dan berlatih Taekwondo dengan baik.
◊ PAKAIAN (DOBOK)
Dalam latihan Taekwondo, para anggota diwajibkan untuk mengenakan pakaian seragam Taekwondo pada saat setiap latihan ataupun acara-acara formal Taekwondo lainnya, seperti ujian kenaikan tingkat, pertandingan, dan lain-lain. Pakaian seragam atau Dobok ada 2 macam, yaitu yang berkerah putih dan hitam. Dobok berkerah putih dikenakan oleh Taekwondoin yang menyandang sabuk putih hingga sabuk biru strip merah. Sedangkan yang berkerah hitam hanya diperuntukkan bagi mereka yang telah menyandang sabuk merah dan sabuk hitam DAN.
◊ SABUK
Dalam Taekwondo dikenal ada berbagai tingkatan sabuk yang sekaligus juga menunjukkan tingkat kemampuan seseorang dalam Taekwondo. Berikut ini adalah urutan sabuk Taekwondo yang dikenal di Indonesia mulai dari tingkat yang paling awal hingga tingkat tertinggi:
1. Sabuk Putih
2. Sabuk Kuning Polos
3. Sabuk Kuning Strip Hijau
4. Sabuk Hijau Polos
5. Sabuk Hijau Strip Biru
6. Sabuk Biru Polos
7. Sabuk Biru Strip Merah
8. Sabuk Merah Polos
9. Sabuk Merah Strip Hitam Satu
10. Sabuk Merah Strip Hitam Dua
11. Sabuk Hitam (Dan)
Cara mengikat sabuk dalam Taekwondo pun memiliki aturan tersendiri yang khas. Berikut ini adalah petunjuk tentang cara mengikat sabuk dalam Taekwondo:
1. Sabuk di sisi kiri yang ada tulisan/nama, lebih pendek.
2. Sabuk di sisi kanan (lebih panjang), diputar melingkari badan. Sabuk yang disisi kiri (ada tulisan/nama) berada di bawah.
3. Panjang kedua sabuk disamakan.
4. Sabuk yang di sisi kiri tetap di bawah, sedangkan sabuk yang
disisi kanan dimasukkan ke bawah (menyilang dengan sabuk di sisi kiri) paling belakang, hingga keluar ke atas.
5. Sabuk yang berada di bawah (ada tulisan/nama) dipegang. Sabuk yang di atas diputar, diletakkan di atas sabuk yang berada di bawah, hingga membentuk lingkaran/celah.
6. Sabuk yang di bawah (ada tulisan/nama) dimasukkan ke dalam celah/lingkaran yang terbentuk tadi, lalu keduanya ditarik secara bersamaan.
7. Tampak depan, panjang kedua sabuk (sisi kanan dan kiri) diusahakan sama.
8. Tampak belakang, sabuk terlihat satu garis, sehingga tampak rapi.
◊ KYEONG RYE
Saling menghormati di antara sesama Taekwondoin merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki oleh setiap Taekwondoin, baik di dalam latihan maupun diluar waktu latihan. Sikap saling menghormati ini tidak hanya kepada Pelatih atau Instruktur (Sabam) saja, tetapi juga kepada para pengurus, senior dan sesame Taekwondoin, bahkan kepada siapa pun.
Dalam bahasa Korea, Kyeong berarti menghormati, menghargai, dan Rye berati etiket, sopan santun. Untuk menghormati, para Taekwondoin membungkukan badannya ketika saling berhadapan badan.
Selama latihan, setiap sebelum dan sesudah latihan para Taekwondoin saling menghormati satu sama lain sebelumnya, khususnya kepada para Sabam. Demikian pula ketika sedang berlatih dalam berpasangan dengan teman atau dalam pertandingan, biasanya diawali dengan aba-aba “Cha-ryeot, Kyeong-Rye”.
◊ UPACARA
Upacara berupa doa, dilakukan baik sebelum atau sesudah latihan dalam Taekwondo. Ada dua posisi yang dikenal dalam Taekwondo untuk melakukan upacara ini, yaitu posisi berdiri dan duduk. Biasanya diawali dengan aba-aba “Shi-zen”.
sumber : http://qietaekwondoinsmkn8jkt.wordpress.com
MATERI TEKNIK TAEKWONDO
TINGKAT SABUK/GEUP : PUTIH / X
Teknik Tangan : Kuda-kuda Apkoobi, Joosum Seogi
Tangkisan ( Makki )
- Arae Makki : Tangkisan ke arah bawah
- Momtong An Makki : Tangkisan ke arah perut dari luar ke dalam
- Momtong Bagkat Makki : Tangkisan ke arah perut dari dalam ke luar
- Eolgol Makki : Tangkisan ke arah kepala
- Batangson Arae Makki : Tangkisan ke arah bawah dengan telapak tangan
Pukulan ( Jireugi )
- Momtong Jireugi : Pukulan ke arah perut
- Eolgol Jireugi : Pukulan ke arah kepala
- Gabrion / Dobeon : Pukulan dua kali ke arah perut
- Sambion : Pukulan tiga kali ke arah kepala, leher, perut
Cekikan / Sodokan ( Chireugi )
- Ageum son keut chireugi : Cekikan ke arah leher
- Gawison keut chireugi : Sodokan ke arah mata dengan dua jari
- Ape son keut chireugi : Sodokan ke arah leher dengan ujung jari
- Pionson keut chireugi : Sodokan ke arah ulu hati dengan ujung jari
Sabetan ( Chigi )
- Sonal Mok Chigi : Sabetan ke arah leher/pelipis
Teknik Tendangan (Chagi)
- Momtong Ap Chagi : Tendangan lurus ke arah perut dengan Apchook
- Eolgol Ap Chagi : Tendangan lurus ke arah kepala dengan Apchook
- Noppi Ap Chagi : Tendangan melompat lurus dengan Apchook
- Dello / Ball Chagi : Tendangan mencangkul arah kepala
- Dollyo Chagi : Tendangan melingkar
TINGKAT SABUK : KUNING POLOS – KUNING STRIP GEUP : IX-VIII
Materi Teknik
Teknik Tangan :
- Doopalmok Makki : Tangkisan dua tangan kearah perut
- Dobeon Jireugi : Pukulan dua kali arah perut
- Sambion : Pukulan tiga kali arah kepala, leher, perut.
- Chiq Jireugi : Pukulan kearah dagu.
- Batangson momtong Makki : Tangkisan dengan telapak tangan kearah perut.
- Sonnal Momtong Makki : Tangkisan kearah perut dgn telapak tangan bentuk sonal.
- Hansonal Momtong Makki : Tangkisan tangan menyilang di dada, satu dikepal yang menangkis membentuk sonal.
- Momtong yeoup jireugi : Pukulan menyodok dari arah samping kearah perut.
Tendangan ( Chagi )
- Momtong Dollyo chagi : Tendangan melingkar kearah perut
- Eolgol Dollyo chagi : Tendangan melingkar kearah kepala
- Dwi Chagi : Tendangan balik menyodok kearah perut
- Yeoup chagi : Tendangan balik menyodok kepala dengan pisau kaki
- Yeoup Khurigi : Tendangan mengkait arah kepala
- Idan Dollyo chagi : Tendangan melingkar dengan kaki depan.
- Puti Chagi : Tendangan menampar dari luar kedalam
- Puti Chumagi : Tendangan menampar dari dalam keluar
TINGKAT SABUK : HIJAU – HIJAU STRIP GEUP : VII-VI
Materi Teknik
Teknik Tangan :
- Pionsonkeut sewo chirugi : Sodokan kearah perut dengan dibarengi tangkisan
- Dollyo Jireugi : Pukulan melingkar kearah pelipis
- Jibibem sonal mok chigi : Sabetan kearah kepala dibarengi dengan tangkisan
- Bagat Palmok Makki : Tangkisan dengan dua telapak tangan mengepal kerah perut.
Tendangan ( Chagi )
- Dolke chagi : Tendangan berputar 180 derajat, dengan punggung kaki
- Dwi yeoup chagi : Tendangan balik menyodok leher dengan pisau kaki
- Idan Yeoup chagi : Tendangan menyodok dengan kaki depan, membentuk pisau kaki kearah leher.
- Idan Yeoup Khurigi : Tendangan mengkait kearah kepala dengan menggunakan telapak kaki depan.
- Pekta Chagi : Tendangan kaki depan ditarik setengah menggunakan punggung kaki.
- Twio Dollyo Chagi : Tendangan melompat /slaiding ditempat / kebelakang
- Mad badad chagi : Tendangan melompat / slaiding kesamping
- Ball Badad : Tendangan mendorong dengan seluruh bagian telapak kaki
TINGKAT SABUK : BIRU – BIRU STRIP GEUP : V-IV
Materi Teknik
Teknik Tangan :
- Jibibeum Sonnal mok chigi : Sabetan dan tangkisan secara bersamaan arah kepala telapak terbuka.
- Jibibeum Theok chigi : Sodokan arah dagu dan tangkisan secara bersamaan kearah kepala telapak tangan terbuka.
- Palkop piojok chigi : Serangan menggunakan sikut dengan satu tangan sementara tangan lain meraih kepala.
- Dollyo palkop : Serangan melingkar dengan menggunakan sikut.
- Yeoup Palkop : Serangan menyodok dengan menggunakan sikut.
- Dwi Palkop : Serangan dari arah bawah dengan menggunakan sikut.
- Ollio Palkop : Serangan balik kearah belakang dengan menggunakan sikut.
Tendangan ( Chagi ) :
- Twio Dwi Chagi : Tendangan lompat ditempat berbalik kebelakang, menyodok kearah perut
- Dwi Khurigi : Tendangan berbalik mengkait dengan menggunakan telapak kaki.
- Narae chagi : Tendangan dengan menggunakan punggung kaki secara langsung 2 kali atau lebih.
- Idan Ap Khurigi : Tendangan mengkait arah depan/muka dengan telapak kaki.
- Idan Palko Dwi Chagi : Tendangan lompat sejajar kaki depan diangkat dan kaki belakang menendang balik dengan tumit kaki.
Noppi Dwi Chagi : Tendangan kaki belakang laiding diangkat ke depan sedangkan kaki depan balik menendang dengan tumit kaki.
Noppi Dwi Khurigi : Sama dengan Noppi Dwi Chagi namun menendangnya dengan telapak kaki secara mengkait.
macam2 nama pukulan,tendangan serta tangkisan :
Pukulan
* Yeop Jireugi = Pukulan Samping
* Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
* Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait
* Pyojeok Jireugi = Pukulan Dengan Sasaran
* momtong jireugi= pukulan mengarah ke tengah(pukulan mengarah ke perut)
* are jireugi= pukulan ke bawah
* oreon jireugi= pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil menendang(ap chagi)
* Eolgol jireugi=pukulan ke atas (pukulan mengarah ke kepala)
Tendangan
* Ap Chagi = Tendangan Kedepan
* Dollyo Chagi = Tendangan Melingkar Depan
* Yeop Chagi = Tendangan Samping
* Dwi Chagi = Tendangan Kebelakang
* Twieo Dwi Chagi = Tendangan kebelakang Yang Dilakukan Sambil Melompat
* momtong ap chagi=tendangan mengarah ke tengah(mengarah ke perut)
* Mirro Chagi = tendangan mendorong
Tangkisan
* aremaki = Tangkisan bawah
* Elgol maki = Tangkisan ke arah kepala
* Bakat Momtong Bakat Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah.
* Bakat Momtong An Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah.
* An Maki = tangkisan darri arah luar.
* bina maki an maki= tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat masuk ke dalam harus melalui lengan atas.
* am palmo mongtong bakat maki= tangkisan ke arah lengan bawah
* An son keut : Tusukan satu jari (telunjuk)
* Pyeon son keut : Tusukan dengan 4 jari tengah, posisi telapak tangan vertikal
* Charyeot Seogi : Sikap dengan kaki terbuka tangan kepal samping paha
* Joochom Seogi : Sikap jongkok kaki sejajar
* Ap Koobi : Sikap kuda-kuda panjang
* Dwi Koobi : Sikap kuda-kuda belakang
* Ap Seogi : Sikap kuda-kuda pendek
* Arae Maki : Tangkisan ke arah bawah dengan
tangan bagian luar
* Eolgol Maki : Tangkisan ke arah kepala
* An Palmok Momtong Bakat Maki
: Tangkisan lengan bagian luar
* Bakat Palmok Momtong An Maki
: Tangkisan ke luar dengan tangan bagian dalam
* An Palmok Momtong Bakat Maki
: Tangkisan ke dalam dengan tangan bagian luar
* Dwi Hurigi
: Tendangan melingkar ke arah belakang
* I Dan Dolyo Chagi
: Tendangan melingkar dengan kaki depan sliding
* Miro Chagi
: Tendangan mendorong dengan telapak kaki bagian dalam
* I Dan Yeop Chagi
: Tendangan samping dengan kaki depan sliding
* I Dan Ap Hurigi
: Sliding tendang mencangkul dengan kaki depan
* Yeop Hurigi
: Tendangan mengkait dengan kaki depan
* Dolge Chagi
: Putar 180o tendang melingkar, lalu tendang (dolyo chagi)
*Narae Chagi
: Tendang dolyo chagi beruntun ke arah perut lalu kepala atau paha lalu perut lawan, dengan satu kali lompatan
* Mat Badad Chagi
: Dolyo chagi digunakan khususnya untuk jarak pendek
* Twio Dwi Chagi
: Lompat tendang arah belakang (putar 360o)
* I Jung Dolyo Chagi
: Checking putar tendang melingkar
* Ap Chagi
: Tendangan lurus ke arah depan dengan telapak kaki bagian depan sebagai sasarab pengenaan
* Dolyo Chagi
: Tendangan melingkar ke arah ulu hati atau kepala, punggung kai sebagai sasaran pengenaan
* Deol O Chagi
: Tendangan cangkul ke muka lawan ambil dengan lurus
* Dwi Chagi
: Tendangan ke arah belakang dengan tumit sebagai sasaran pengenaan
* Yeop Chagi
: Tendangan ke arah samping dengan tumit sebagai sasaran pengenaan
TaeKwon Do junshin :Prinsip ajaran taekwondo
Tangkisan
* Batang Son Momtong An Maki
: Tangkisan telapak tangan dari luar dalam
* Bakat Palmok Arae Bakat Maki
: Tangkisan ke arah bawah
* Bakat Palmok Momtong Bakat Maki
: Tangkisan ke arah tengah (ulu hati)
* Bakat Palmok Eolgol Bakat Maki
: Tangkisan ke arah tengah atas bahu
* Bakat Palmok Eolgol Maki
: Tangkisan ke arah bagian atas kepala
* Gawi Maki
: Tangkisan silang yang satu bawah dan samping tengah
Pukulan
* Yeop Jirugi
: Pukulan ke arah samping, dengan tangan yang lainnya dikepal diletakkan di pinggang
* Chi Jirugi
: Pukulan upper cut menggunakan satu tangan ke dagu lawan
Minggu, 27 Februari 2011
Tae Kwon Do

ejarah Bangsa Korea , dimana beladiri ini berasal. Sebutan Taekwondo sendiri baru dikenal sejak tahun 1954, merupakan modifikasi dan penyempurnaan dari berbagai beladiri tradisional Korea.
Latar belakang sejarah perkembangan Taekwondo dpt dibagi dalam 4 kurun waktu, yaitu : Pada masa kuno, masa pertengahan , masa modern dan masa sekarang.
Pada Masa Kuno
Asal Mula Taekwondo
Pada dasarnya manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri dan hidupnya, hal ini secara disengaja maupun tidak akan memacu aktivitas fisiknya sepanjang waktu. Manusia dalam tumbuh dan berkembang tidak dapat lepas dari kegiatan / gerakan fisiknya , tanpa menghiraukan waktu dan tempat. Pada masa kuno manusia tidak punya pikiran lain untuk mempertahankan dirinya kecuali dengan tangan kosong, hal ini secara alamiah mengembangkan teknik - teknik bertarung dengan tangan kosong. Pada saat kemampuan bertarung secara tangan kosong dikembangkan sebagai suatu cara untuk menyerang dan bertahan, digunakan pula untuk membangun kekuatan fisik seseorang, bahkan dijadikan pertunjukan dalam acara ritual. Manusia mempelajari teknik - teknik bertarung didapat dari pengalaman nya melawan musuh - musuhnya. Inilah yang diyakini menjadi dasar seni beladiri Taekwondo yang kita kenal sekarang, dimana pada masa lampau dikenal sebagai 'Subak" , "Taekkyon", " Takkyon" , maupun beberapa nama lainnya. Pada asal mula sejarah Semenanjung Korea , ada 3 suku bangsa / kerajaan yang mempertunjukan kontes seni beladiri pada acara ritualnya. Ketiga kerajaan ini saling bersaing satu sama lain, ketiganya adalah Koguryo, Paekje dan Silla, semuanya melatih para ksatria untuk dijadikan salah satu kekuatan negara, bahkan para ksatria yang tergabung dalam militer saat itu, menjadi warga negara yang mempunyai kedudukan yang sangat terpandang. Menurut catatan , kelompok ksatria muda yang terorganisir seperti " Hwarangdo" di Silla dan "Chouisonin " di Koguryo, semuanya menjadikan latihan seni beladiri sebagai salah satu subyek penting yang harus dipelajari. Sebuah buku tentang seni beladiri yang disebut " Muye Dobo Tongji " menyebutkan : " ( Taekwondo) Seni pertarungan tangan kosong adalah dasar dari seni beladiri , yang membangun kekuatan dengan melatih tangan dan kaki hingga menyatu dengan tubuh agar dapat bergerak bebas leluasa, sehingga dapat digunakan saat menghadapi situasi yang kritis, berarti ( Taekwondo ) dapat digunakan setiap saat ".
Koguryo's 'sonbae' dan Taekkyon
Koguryo yang berdiri pada 57 tahun seblem masehi di semenanjung Korea bagian utara, membentuk kesatuan para ksatria tangguh yang disebut 'Sonbae', yang artinya laki - laki yang bersifat baik dan tak pernah takut dalam bertarung / perang . Dalam buku sejarah disebutkan bahwa saat Dinasti Chosun Kuno memerintah , tanggal 10 Maret setiap tahunnya pada hari raya Koguryo, masyarakat merayakan nya dengan acara - acara kontes tarian pedang, memanah, subak ( Taekkyon ) dan sebagainya. Kontes Subak ( Taekyon ) sebutan untuk Seni beladiri Taekwondo pada masa itu adalah salah satu kegiatan yang sangat populer. Penemuan beberapa lukisan dinding makam pada masa Koguryo, yang menggambarkan 2 orang yang saling bertarung dalam sikap Takkyon ( Taekwondo ), membuktikan bahwa seni beladiri yang sekarang kita kenal sebagai Taekwondo telah dipraktekan sejak 2000 tahun yang lalu di Semenanjung Korea.
Gambar di atas adalah lukisan dinding yang ditemukan pada langit - langit kuburan kerajaan Muyong - chong jaman dinasti Koguryo, yang menggambarkan 2 orang yang sedang mempraktekkan beladiri ( Taekwondo kuno )
Shilla's 'Hwarang" dan Taekkyon
Kerajaan Shilla berdiri pada tahun 57 sebelum masehi di tenggara semenanjung Korea, secara geografis tidak terancam dari luar, tetapi dengan berdirinya Kerajaan Pakje disisi barat dan awal serbuan dari Koguryo dari utara maka Kerjaan Shilla mempersenjatai diri dengan meningkatkan dengan kemampuan seni beladiri yang berkembang saat itu. " Hwarangdo" adalah tipe beladiri dari Shilla yang merupakan asimilasi dari sistem beladiri " Sonbae " dari Koguryo. Anggota - anggota Hwarang berlatih keras dengan semboyannya yang terkenal yaitu bakti kepada orang tua, setia pada negara & bangsa, pantang mundur dlm perang. Kim Yu Sin dan Kim Chun Chu adalah orang - orang yang memberikan sumbangan besar bagi penyatuan 3 kerajaan di Semennajung Korea. Dalam catatan peristiwa dari Chosun melukiskan kehidupan para Hwarang , sebutan bagi para ksatria yang mempelajari Hwarangdo, para hwarang diseleksi oleh kerajaan , dan setelahnya mereka hidup dan berkumpul dalam kelompok menurut yang mereka pelajari, seperti Subak ( bentuk dari Taekwondo kuno ), bermain pedang, berkuda dan bermain " Sirum" / gulat gaya Korea. Diwaktu damai, hwarang bekerja melayani masyarakat, membantu keadaan darurat dan membangun jalan & benteng, siap mengorbankan hidupnya saat berperang. Hwarang sangat dipengaruhi oleh disiplin agama Budha, dapat dilihat di Kyonju Museum sangat jelas ditunjukan bahwa seni beladiri ini dipraktekan di kuil - kuil, digambarkan dengan adegan laki - laki yang tampak kuat dalam sikap menyerang dan bertahan dengan tangan kosong. Sikap yang ditampilkan sangat menarik adalah sikap Kumgang Yoksa yang sama dengan sikap pada beladiri Taekwondo sekarang . Ini membuktikan bahwa pada masa kerajaan Shilla " Subak" dan "Taekkyon" tampak / muncul bersamaan , dan keduanya menandakan bahwa teknik - teknik tangan dan kaki tersebut dipakai dalam Taekwondo sekarang ini.
Gambar di atas adalah patung 2 ksatria yang sedang dalam pose / sikap beladiri Kumgang Yoksa, yang terdapat pada gua Sokkuram di Kyongju, yang berasal dari abad ke 7.
Taekkyon dari Koguryo ke Shilla
Seni bela diri Taekkyon yang populer di Koguryo, ternyata tertulis juga di Shilla, dibuktikan dengan : i. "Hwarang " ( Sonrang ) di Shilla mempunyai arti kata yang sama dengan "Sonbae" di Koguryo jika ditinjau dari sudut etymology. ii. Keduanya memiliki sistem organisasi dan hirarki yang sama. iii. Menurut catatan sejarah, Sonbae di Koguryo digunakan dalam kompetisi Taekkyon saat perayaan nasional, hwarang di Shilla juga memainkan Taekkyon ( Subak,dokkyoni, atau taekkoni ) dalam perayaan seperti "palkwanhoe" dan "hankawi", hal ini menunjukkan perkembangan secara sistematis teknik beladiri kuno ke Taekkyon / Sonbae yang menjadi dasar seni beladiri di Korea sekitar 200 tahun sesudah masehi. Mulai abad ke 4 sesudah masehi seni beladiri ini makin memasyarakat dan berkembang melalui sekolah / perguruan seni beladiri dengan berbagai kelompok teknik tangan kosong dan kaki.
Masa Pertengahan
Pada Dinasti Koryo ( 918 sampai 1392 Masehi ) yang mana penyatuan Semenanjung Korea setelah Shilla, Taekkyon berkembang sangat sistematis dan merupakan mata ujian penting untuk seleksi ketentaraan. Teknik Taekkyon tumbuh menjadi senjata yang efektif untuk membunuh. Pada permulaan Dinasti Koryo, kemampuan beladiri menjadi kualifikasi untuk merekrut personel ketentaraan sebab kerajaan membutuhkan kemampuan pertahanan yang kuat setelah penaklukan seluruh semenanjung Korea. Kemampuan dalam beladiri Taekkyon sangat menentukan pangkat seseorang dalam ketentaraan. Raja - raja pada dinasti Koryo sangat tertarik pada kontes Taekkyon yang disebut "Subakhui", yang populer juga dimasyarakat dan dijadikan ajang perekrutan tentara. Namun pada akhir pemerintahan Dinasti Koryo ketika penggunaan senjata api mulai dikenal , membuat dukungan terhadap kemajuan beladiri berkurang jauh.
Masa Modern
Pada masa modern Korea , saat Dinasti Chosun ( Yi ) pada tahun 1392 sampai 1910, Kerajaan Korea dan Jaman penjajahan Jepang sampai tahun 1945, Subakhui dan Taekkyon, sebutan Taekwondo pada saat itu mengalami kemunduran dan tidak mendapat dukungan dari pemerintah yang memodernisasi tentaranya dengan senjata api. Dinasti Yi yang didirikan dalam ideologi Konfusius , lebih mementingkan kegiatan kebudayaan daripada seni beladiri. Kemudian , saat raja Jungjo setelah invasi oleh Jepang pada tahun 1952, pemerintah kerajaan membangun kembali pertahanan yang kuat dengan memperkuat latihan ketentaraan dan praktek seni beladiri. Seputar periode ini, terbit sebuah buku tentang ilustrasi seni bela diri yang diber judul Muyedobo - Tonji, yang memuat gambar - gambar dan ilustrasi yang mirip / menyerupai bentuk / sikap ( Poomse ) dan Gerakan Dasar ( Basic Movement ) Taekwondo sekarang, namun tentunya hal ini tak dapat diperbandingkan begitu saja dengan Taekwondo saat ini yang telah dimodernisasi dengan penelitian yang berdasarkan ilmu pengetahuan modern ( Scientific Studies). Akan tetapi , saat penjajahan Jepang semua kesenian rakyat dilarang termasuk Taekkyon, untuk menekan rakyat Korea. Seni beladiri Taekkyon hanya diajarkan secara sembunyi oleh para master beladiri sampai masa kemerdekaan pada tahun 1945.
Masa Sekarang
Seiring dengan kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang, konsep baru tentang kebudayaan dan tradisi mulai bangkit. Banyak para ahli seni beladiri mendirikan sekolah / perguruan beladiri . Dengan meningkatnya populasi dan hubungan kerjasama yang baik antar perguruan beladiri, akhirnya diputuskan menyatukan berbagai nama seni beladiri mereka dengan sebutan : Tae Kwon Do, pada tahun 1954. Pada 16 September 1961 sempat berubah menjadi Taesoodo namun kembali menjadi Taekwondo dengan organisasi nasionalnya bernama Korea Taekwondo Association ( KTA ) pada tanggal 5 Agustus 1965, dan menjadi anggota Korean Sport Council. Pada era tahun 1965 sampai 1970 an , KTA banyak menyelenggarakan berbagai acara pertandingan dan demonstrasi untuk berbagai kalangan pada skala nasional. Taekwondo berkembang dan menyebar dipelbagai kalangan, hingga diakui sebagai disiplin / program resmi oleh Pertahanan Nasional Korea , menjadi olahraga wajib bagi tentara dan polisi. Tentara Korea yang berpartisipasi dalam perang Vietnam dibekali keahlian Taekwondo, pada saat itulah Taekwondo mendapatkan perhatian besar dari dunia. Nilai lebih ini menjadikan Taekwondo dinyatakan sebagai olahraga nasional Korea. Pada tahun 1972, Kukkiwon didirikan, sebagai markas besar Taekwondo, hal ini menjadi penting bagi pengembangan Taekwondo keseluruh dunia. Kejuaran dunia Taekwondo yang pertama diadakan pada tahun 1973 di Kuk Ki Won,Seoul ,Korea Selatan, sampai saat ini kejuaraan dunia rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Disamping itu , untuk meningkatkan kualitas Instruktur Taekwondo diseluruh dunia, Kukkiwon membuka Taekwondo Academy, yang mulai tahun 1998 telah membuka Program pelatihannya bagi Instruktur Taekwondo dari seluruh dunia. Kuk Ki Won, sebagai markas besar Taekwondo Dunia, disinilah pusat penelitian dan pengembangan Taekwondo, Pelatihan para Instruktur , sekretariat promosi ujian tingkat internasional. Pada 28 Mei 1973, The World Taekwondo Federation ( WTF ) didirikan, dan sekarang telah mempunyai 156 negara anggota dan Taekwondo telah dipraktekan oleh lebih dari 50 juta orang diseluruh penjuru dunia, dan angka ini masih terus bertambah seiring perkembangan Taekwondo yang makin maju dan populer. Taekwondo telah dipertandingkan diberbagai pertandingan multi even diseluruh dunia , dan Taekwondo telah dipertandingkan sebagai ekshibisi pada Olympic Games 1988 Seoul dan telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di Olympic Games 2000, Sydney.
Sejarah Singkat Taekwondo Indonesia
Taekwondo mulai berkembang di Indonesia pada tahun 70-an , dimulai aliran Taekwondo yang berafiliasi ke ITF ( International Taekwondo Federation ) yang pada waktu itu bermarkas besar di Toronto Kanada, aliran ini dipimpin dan dipelopori oleh Gen. Choi Hong Hi, kemudian berkembang juga aliran Taekwondo yang berafiliasi ke WTF ( The World Taekwondo Federation )yang berpusat di Kukkiwon, Seoul, Korea Selatan dgn Presiden Dr. Un Yong Kim .
Pada waktu itu, di Indonesia kedua aliran ini yang masing - masing mempunyai organisasi ditingkat nasional yaituPersatuan Taekwondo Indonesia ( PTI ) yg berafiliasi ke ITF dipimpin oleh Letjen. Leo Lopolisa dan Federasi Taekwondo Indonesia ( FTI ) yg berafiliasi ke WTF dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri .
Atas kesepakatan bersama dan melihat prospek perkembangan didunia olahraga International dan Nasional , maka Musyawarah Nasional Taekwondo pada Tanggal 28 maret 1981 berhasil menyatukan kedua organisasi Taekwondo tersebut, menjadi organisasi baru yang disebut Taekwondo Indonesia dan dipimpin oleh Leo Lopolisa sebagai Ketua Umumnya, sedangkan struktur organisasi ditingkat nasionalnya disebut PBTI ( Pengurus Besar Taekwondo Indonesia ) dan berpusat di Jakarta. Munas Taekwondo Indonesia I pada Tanggal 17 - 18 September 1984 menetapkan Letjen. Sarwo Edhie Wibowo ( Alm. ) sebagai Ketua Umum Taekwondo Indonesia periode 1984 - 1988, maka era baru Taekwondo Indonesia yang bersatu dan kuat dimulai. Selanjutnya Taekwondo Indonesia sempat dipimpin olehSoeweno, Harsudiyono Hartas, dan sekarang oleh Letjen ( Mar ) Suharto.
Kini Taekwondo Indonesia telah berkembang di seluruh propinsi di Indonesia dan diikuti aktif oleh lebih dari 200.000 anggota , angka ini belum termasuk yang tidak secara aktif berlatih. Taekwondo telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di arena PON. Beberapa atlet yang pernah berjaya membela negara di event International antara lain seperti : Budi Setiawan, Rahmi Kurnia, Siauw Lung, Yefi Triaji, Lamting , Yeni Latif, Dirk Richard, dan sebagainya. dimasa Thn 1986 s/d Thn. 1993 . Pada generasi berikutnya antara lain seperti Yuana Wangsa Putri yang mewakili Indonesia di even Olympic Games 2000, Sidney dan Ika Dian Fitria yang berhasil meraih medali emas Kejuaraan Dunia Yunior pada November 2000.
sumber : www.taekwondo-indonesia.com/profil-PBTI.php
Tata Cara Upacara TaeKwondo yang terdiri dari:
◊ DOJANG
Dojang merupakan suatu tempat berkumpulnya para Taekwondoin, baik tua maupun muda, laki-laki atau perempuan, secara bersama-sama untuk berlatih Taekwondo. Dojang biasanya berupa suatu kelas atau ruang tertutup, namun tidak tertutup kemungkinan bahwa suatu lapangan terbuka pun dijadikan sebagai suatu dojang. Di dojang, para Taekwondoin saling berlatih lebih jauh dan memperbaiki kemampuan diri masing-masing dalam Taekwondo, baik secara fisik maupun mental di bawah bimbingan seorang instruktur yang sudah terlatih juga sebelumnya. Instruktur yang biasa dipanggil dengan sebutan Sabam, berkewajiban untuk menciptakan suatu iklim yang baik di dalam dojang agar para Taekwondoin dapat berkonsentrasi dan berlatih Taekwondo dengan baik.
◊ PAKAIAN (DOBOK)
Dalam latihan Taekwondo, para anggota diwajibkan untuk mengenakan pakaian seragam Taekwondo pada saat setiap latihan ataupun acara-acara formal Taekwondo lainnya, seperti ujian kenaikan tingkat, pertandingan, dan lain-lain. Pakaian seragam atau Dobok ada 2 macam, yaitu yang berkerah putih dan hitam. Dobok berkerah putih dikenakan oleh Taekwondoin yang menyandang sabuk putih hingga sabuk biru strip merah. Sedangkan yang berkerah hitam hanya diperuntukkan bagi mereka yang telah menyandang sabuk merah dan sabuk hitam DAN.
◊ SABUK
Dalam Taekwondo dikenal ada berbagai tingkatan sabuk yang sekaligus juga menunjukkan tingkat kemampuan seseorang dalam Taekwondo. Berikut ini adalah urutan sabuk Taekwondo yang dikenal di Indonesia mulai dari tingkat yang paling awal hingga tingkat tertinggi:
1. Sabuk Putih
2. Sabuk Kuning Polos
3. Sabuk Kuning Strip Hijau
4. Sabuk Hijau Polos
5. Sabuk Hijau Strip Biru
6. Sabuk Biru Polos
7. Sabuk Biru Strip Merah
8. Sabuk Merah Polos
9. Sabuk Merah Strip Hitam Satu
10. Sabuk Merah Strip Hitam Dua
11. Sabuk Hitam (Dan)
Cara mengikat sabuk dalam Taekwondo pun memiliki aturan tersendiri yang khas. Berikut ini adalah petunjuk tentang cara mengikat sabuk dalam Taekwondo:
1. Sabuk di sisi kiri yang ada tulisan/nama, lebih pendek.
2. Sabuk di sisi kanan (lebih panjang), diputar melingkari badan. Sabuk yang disisi kiri (ada tulisan/nama) berada di bawah.
3. Panjang kedua sabuk disamakan.
4. Sabuk yang di sisi kiri tetap di bawah, sedangkan sabuk yang
disisi kanan dimasukkan ke bawah (menyilang dengan sabuk di sisi kiri) paling belakang, hingga keluar ke atas.
5. Sabuk yang berada di bawah (ada tulisan/nama) dipegang. Sabuk yang di atas diputar, diletakkan di atas sabuk yang berada di bawah, hingga membentuk lingkaran/celah.
6. Sabuk yang di bawah (ada tulisan/nama) dimasukkan ke dalam celah/lingkaran yang terbentuk tadi, lalu keduanya ditarik secara bersamaan.
7. Tampak depan, panjang kedua sabuk (sisi kanan dan kiri) diusahakan sama.
8. Tampak belakang, sabuk terlihat satu garis, sehingga tampak rapi.
◊ KYEONG RYE
Saling menghormati di antara sesama Taekwondoin merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki oleh setiap Taekwondoin, baik di dalam latihan maupun diluar waktu latihan. Sikap saling menghormati ini tidak hanya kepada Pelatih atau Instruktur (Sabam) saja, tetapi juga kepada para pengurus, senior dan sesame Taekwondoin, bahkan kepada siapa pun.
Dalam bahasa Korea, Kyeong berarti menghormati, menghargai, dan Rye berati etiket, sopan santun. Untuk menghormati, para Taekwondoin membungkukan badannya ketika saling berhadapan badan.
Selama latihan, setiap sebelum dan sesudah latihan para Taekwondoin saling menghormati satu sama lain sebelumnya, khususnya kepada para Sabam. Demikian pula ketika sedang berlatih dalam berpasangan dengan teman atau dalam pertandingan, biasanya diawali dengan aba-aba “Cha-ryeot, Kyeong-Rye”.
◊ UPACARA
Upacara berupa doa, dilakukan baik sebelum atau sesudah latihan dalam Taekwondo. Ada dua posisi yang dikenal dalam Taekwondo untuk melakukan upacara ini, yaitu posisi berdiri dan duduk. Biasanya diawali dengan aba-aba “Shi-zen”.
sumber : http://qietaekwondoinsmkn8jkt.wordpress.com
MATERI TEKNIK TAEKWONDO
TINGKAT SABUK/GEUP : PUTIH / X
Teknik Tangan : Kuda-kuda Apkoobi, Joosum Seogi
Tangkisan ( Makki )
- Arae Makki : Tangkisan ke arah bawah
- Momtong An Makki : Tangkisan ke arah perut dari luar ke dalam
- Momtong Bagkat Makki : Tangkisan ke arah perut dari dalam ke luar
- Eolgol Makki : Tangkisan ke arah kepala
- Batangson Arae Makki : Tangkisan ke arah bawah dengan telapak tangan
Pukulan ( Jireugi )
- Momtong Jireugi : Pukulan ke arah perut
- Eolgol Jireugi : Pukulan ke arah kepala
- Gabrion / Dobeon : Pukulan dua kali ke arah perut
- Sambion : Pukulan tiga kali ke arah kepala, leher, perut
Cekikan / Sodokan ( Chireugi )
- Ageum son keut chireugi : Cekikan ke arah leher
- Gawison keut chireugi : Sodokan ke arah mata dengan dua jari
- Ape son keut chireugi : Sodokan ke arah leher dengan ujung jari
- Pionson keut chireugi : Sodokan ke arah ulu hati dengan ujung jari
Sabetan ( Chigi )
- Sonal Mok Chigi : Sabetan ke arah leher/pelipis
Teknik Tendangan (Chagi)
- Momtong Ap Chagi : Tendangan lurus ke arah perut dengan Apchook
- Eolgol Ap Chagi : Tendangan lurus ke arah kepala dengan Apchook
- Noppi Ap Chagi : Tendangan melompat lurus dengan Apchook
- Dello / Ball Chagi : Tendangan mencangkul arah kepala
- Dollyo Chagi : Tendangan melingkar
TINGKAT SABUK : KUNING POLOS – KUNING STRIP GEUP : IX-VIII
Materi Teknik
Teknik Tangan :
- Doopalmok Makki : Tangkisan dua tangan kearah perut
- Dobeon Jireugi : Pukulan dua kali arah perut
- Sambion : Pukulan tiga kali arah kepala, leher, perut.
- Chiq Jireugi : Pukulan kearah dagu.
- Batangson momtong Makki : Tangkisan dengan telapak tangan kearah perut.
- Sonnal Momtong Makki : Tangkisan kearah perut dgn telapak tangan bentuk sonal.
- Hansonal Momtong Makki : Tangkisan tangan menyilang di dada, satu dikepal yang menangkis membentuk sonal.
- Momtong yeoup jireugi : Pukulan menyodok dari arah samping kearah perut.
Tendangan ( Chagi )
- Momtong Dollyo chagi : Tendangan melingkar kearah perut
- Eolgol Dollyo chagi : Tendangan melingkar kearah kepala
- Dwi Chagi : Tendangan balik menyodok kearah perut
- Yeoup chagi : Tendangan balik menyodok kepala dengan pisau kaki
- Yeoup Khurigi : Tendangan mengkait arah kepala
- Idan Dollyo chagi : Tendangan melingkar dengan kaki depan.
- Puti Chagi : Tendangan menampar dari luar kedalam
- Puti Chumagi : Tendangan menampar dari dalam keluar
TINGKAT SABUK : HIJAU – HIJAU STRIP GEUP : VII-VI
Materi Teknik
Teknik Tangan :
- Pionsonkeut sewo chirugi : Sodokan kearah perut dengan dibarengi tangkisan
- Dollyo Jireugi : Pukulan melingkar kearah pelipis
- Jibibem sonal mok chigi : Sabetan kearah kepala dibarengi dengan tangkisan
- Bagat Palmok Makki : Tangkisan dengan dua telapak tangan mengepal kerah perut.
Tendangan ( Chagi )
- Dolke chagi : Tendangan berputar 180 derajat, dengan punggung kaki
- Dwi yeoup chagi : Tendangan balik menyodok leher dengan pisau kaki
- Idan Yeoup chagi : Tendangan menyodok dengan kaki depan, membentuk pisau kaki kearah leher.
- Idan Yeoup Khurigi : Tendangan mengkait kearah kepala dengan menggunakan telapak kaki depan.
- Pekta Chagi : Tendangan kaki depan ditarik setengah menggunakan punggung kaki.
- Twio Dollyo Chagi : Tendangan melompat /slaiding ditempat / kebelakang
- Mad badad chagi : Tendangan melompat / slaiding kesamping
- Ball Badad : Tendangan mendorong dengan seluruh bagian telapak kaki
TINGKAT SABUK : BIRU – BIRU STRIP GEUP : V-IV
Materi Teknik
Teknik Tangan :
- Jibibeum Sonnal mok chigi : Sabetan dan tangkisan secara bersamaan arah kepala telapak terbuka.
- Jibibeum Theok chigi : Sodokan arah dagu dan tangkisan secara bersamaan kearah kepala telapak tangan terbuka.
- Palkop piojok chigi : Serangan menggunakan sikut dengan satu tangan sementara tangan lain meraih kepala.
- Dollyo palkop : Serangan melingkar dengan menggunakan sikut.
- Yeoup Palkop : Serangan menyodok dengan menggunakan sikut.
- Dwi Palkop : Serangan dari arah bawah dengan menggunakan sikut.
- Ollio Palkop : Serangan balik kearah belakang dengan menggunakan sikut.
Tendangan ( Chagi ) :
- Twio Dwi Chagi : Tendangan lompat ditempat berbalik kebelakang, menyodok kearah perut
- Dwi Khurigi : Tendangan berbalik mengkait dengan menggunakan telapak kaki.
- Narae chagi : Tendangan dengan menggunakan punggung kaki secara langsung 2 kali atau lebih.
- Idan Ap Khurigi : Tendangan mengkait arah depan/muka dengan telapak kaki.
- Idan Palko Dwi Chagi : Tendangan lompat sejajar kaki depan diangkat dan kaki belakang menendang balik dengan tumit kaki.
Noppi Dwi Chagi : Tendangan kaki belakang laiding diangkat ke depan sedangkan kaki depan balik menendang dengan tumit kaki.
Noppi Dwi Khurigi : Sama dengan Noppi Dwi Chagi namun menendangnya dengan telapak kaki secara mengkait.
macam2 nama pukulan,tendangan serta tangkisan :
Pukulan
* Yeop Jireugi = Pukulan Samping
* Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
* Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait
* Pyojeok Jireugi = Pukulan Dengan Sasaran
* momtong jireugi= pukulan mengarah ke tengah(pukulan mengarah ke perut)
* are jireugi= pukulan ke bawah
* oreon jireugi= pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil menendang(ap chagi)
* Eolgol jireugi=pukulan ke atas (pukulan mengarah ke kepala)
Tendangan
* Ap Chagi = Tendangan Kedepan
* Dollyo Chagi = Tendangan Melingkar Depan
* Yeop Chagi = Tendangan Samping
* Dwi Chagi = Tendangan Kebelakang
* Twieo Dwi Chagi = Tendangan kebelakang Yang Dilakukan Sambil Melompat
* momtong ap chagi=tendangan mengarah ke tengah(mengarah ke perut)
* Mirro Chagi = tendangan mendorong
Tangkisan
* aremaki = Tangkisan bawah
* Elgol maki = Tangkisan ke arah kepala
* Bakat Momtong Bakat Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah.
* Bakat Momtong An Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah.
* An Maki = tangkisan darri arah luar.
* bina maki an maki= tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat masuk ke dalam harus melalui lengan atas.
* am palmo mongtong bakat maki= tangkisan ke arah lengan bawah
* An son keut : Tusukan satu jari (telunjuk)
* Pyeon son keut : Tusukan dengan 4 jari tengah, posisi telapak tangan vertikal
* Charyeot Seogi : Sikap dengan kaki terbuka tangan kepal samping paha
* Joochom Seogi : Sikap jongkok kaki sejajar
* Ap Koobi : Sikap kuda-kuda panjang
* Dwi Koobi : Sikap kuda-kuda belakang
* Ap Seogi : Sikap kuda-kuda pendek
* Arae Maki : Tangkisan ke arah bawah dengan
tangan bagian luar
* Eolgol Maki : Tangkisan ke arah kepala
* An Palmok Momtong Bakat Maki
: Tangkisan lengan bagian luar
* Bakat Palmok Momtong An Maki
: Tangkisan ke luar dengan tangan bagian dalam
* An Palmok Momtong Bakat Maki
: Tangkisan ke dalam dengan tangan bagian luar
* Dwi Hurigi
: Tendangan melingkar ke arah belakang
* I Dan Dolyo Chagi
: Tendangan melingkar dengan kaki depan sliding
* Miro Chagi
: Tendangan mendorong dengan telapak kaki bagian dalam
* I Dan Yeop Chagi
: Tendangan samping dengan kaki depan sliding
* I Dan Ap Hurigi
: Sliding tendang mencangkul dengan kaki depan
* Yeop Hurigi
: Tendangan mengkait dengan kaki depan
* Dolge Chagi
: Putar 180o tendang melingkar, lalu tendang (dolyo chagi)
*Narae Chagi
: Tendang dolyo chagi beruntun ke arah perut lalu kepala atau paha lalu perut lawan, dengan satu kali lompatan
* Mat Badad Chagi
: Dolyo chagi digunakan khususnya untuk jarak pendek
* Twio Dwi Chagi
: Lompat tendang arah belakang (putar 360o)
* I Jung Dolyo Chagi
: Checking putar tendang melingkar
* Ap Chagi
: Tendangan lurus ke arah depan dengan telapak kaki bagian depan sebagai sasarab pengenaan
* Dolyo Chagi
: Tendangan melingkar ke arah ulu hati atau kepala, punggung kai sebagai sasaran pengenaan
* Deol O Chagi
: Tendangan cangkul ke muka lawan ambil dengan lurus
* Dwi Chagi
: Tendangan ke arah belakang dengan tumit sebagai sasaran pengenaan
* Yeop Chagi
: Tendangan ke arah samping dengan tumit sebagai sasaran pengenaan
TaeKwon Do junshin :Prinsip ajaran taekwondo
Tangkisan
* Batang Son Momtong An Maki
: Tangkisan telapak tangan dari luar dalam
* Bakat Palmok Arae Bakat Maki
: Tangkisan ke arah bawah
* Bakat Palmok Momtong Bakat Maki
: Tangkisan ke arah tengah (ulu hati)
* Bakat Palmok Eolgol Bakat Maki
: Tangkisan ke arah tengah atas bahu
* Bakat Palmok Eolgol Maki
: Tangkisan ke arah bagian atas kepala
* Gawi Maki
: Tangkisan silang yang satu bawah dan samping tengah
Pukulan
* Yeop Jirugi
: Pukulan ke arah samping, dengan tangan yang lainnya dikepal diletakkan di pinggang
* Chi Jirugi
: Pukulan upper cut menggunakan satu tangan ke dagu lawan
Minggu, 20 Februari 2011
CERITA RAKYAT SULAWESI SELATAN “La Dana dan Kerbaunya”
La Dana adalah seorang anak petani dari Toraja. Ia sangat terkenal akan kecerdikannya. Kadangkala kecerdikan itu ia gunakan untuk memperdaya orang. Sehingga kecerdikan itu menjadi kelicikan.
Pada suatu hari ia bersama temannya diundang untuk menghadiri pesta kematian. Sudah menjadi kebiasaan di tanah toraja bahwa setiap tamu akan mendapat daging kerbau. La Dana diberi bagian kaki belakang dari kerbau. Sedangkan kawannya menerima hampir seluruh bagian kerbau itu kecuali bagian kaki belakang. Lalu La Dana mengusulkan pada temannya untuk menggabungkan daging-daging bagian itu dan menukarkannya dengan seekor kerbau hidup. Alasannya adalah mereka dapat memelihara hewan itu sampai gemuk sebelum disembelih. Mereka beruntung karena usulan tersebut diterima oleh tuan rumah.
Seminggu setelah itu La Dana mulai tidak sabar menunggu agar kerbaunya gemuk. Pada suatu hari ia mendatangi rumah temannya, dimana kerbau itu berada, dan berkata “Mari kita potong hewan ini, saya sudah ingin makan dagingnya.” Temannya menjawab, “Tunggulah sampai hewan itu agak gemuk.” Lalu La Dana mengusulkan, “Sebaiknya kita potong saja bagian saya, dan kamu bisa memelihara hewan itu selanjutnya.” Kawannya berpikir, kalau kaki belakang kerbau itu dipotong maka ia akan mati. Lalu kawannya membujuk La Dana agar ia mengurungkan niatnya. Ia menjanjikan La Dana untuk memberinya kaki depan dari kerbau itu.
Seminggu setelah itu La Dana datang lagi dan kembali meminta agar bagiannya dipotong. Sekali lagi kawannya membujuk. Ia dijanjikan bagian badan kerbau itu asal La Dana mau menunda maksudnya. Baru beberapa hari berselang La Dana sudah kembali kerumah temannya. Ia kembali meminta agar hewan itu dipotong.
Kali ini kawannya sudah tidak sabar, dengan marah ia pun berkata, “Kenapa kamu tidak ambil saja kerbau ini sekalian! Dan jangan datang lagi untuk mengganggu saya.” La dana pun pulang dengan gembiranya sambil membawa seekor kerbau gemuk.
Pada suatu hari ia bersama temannya diundang untuk menghadiri pesta kematian. Sudah menjadi kebiasaan di tanah toraja bahwa setiap tamu akan mendapat daging kerbau. La Dana diberi bagian kaki belakang dari kerbau. Sedangkan kawannya menerima hampir seluruh bagian kerbau itu kecuali bagian kaki belakang. Lalu La Dana mengusulkan pada temannya untuk menggabungkan daging-daging bagian itu dan menukarkannya dengan seekor kerbau hidup. Alasannya adalah mereka dapat memelihara hewan itu sampai gemuk sebelum disembelih. Mereka beruntung karena usulan tersebut diterima oleh tuan rumah.
Seminggu setelah itu La Dana mulai tidak sabar menunggu agar kerbaunya gemuk. Pada suatu hari ia mendatangi rumah temannya, dimana kerbau itu berada, dan berkata “Mari kita potong hewan ini, saya sudah ingin makan dagingnya.” Temannya menjawab, “Tunggulah sampai hewan itu agak gemuk.” Lalu La Dana mengusulkan, “Sebaiknya kita potong saja bagian saya, dan kamu bisa memelihara hewan itu selanjutnya.” Kawannya berpikir, kalau kaki belakang kerbau itu dipotong maka ia akan mati. Lalu kawannya membujuk La Dana agar ia mengurungkan niatnya. Ia menjanjikan La Dana untuk memberinya kaki depan dari kerbau itu.
Seminggu setelah itu La Dana datang lagi dan kembali meminta agar bagiannya dipotong. Sekali lagi kawannya membujuk. Ia dijanjikan bagian badan kerbau itu asal La Dana mau menunda maksudnya. Baru beberapa hari berselang La Dana sudah kembali kerumah temannya. Ia kembali meminta agar hewan itu dipotong.
Kali ini kawannya sudah tidak sabar, dengan marah ia pun berkata, “Kenapa kamu tidak ambil saja kerbau ini sekalian! Dan jangan datang lagi untuk mengganggu saya.” La dana pun pulang dengan gembiranya sambil membawa seekor kerbau gemuk.
AutoBiografi Farah Dilla Fanur
Nama saya Farah Dilla Fanur , saya lahir di Ujung Pandang Sulawesi Selatan pada tanggal 18 Oktober 1995. Saya lahir dari keluarga sederhana, saya memiliki keluarga kecil tapi menurut saya itu adalah hadiah terbesar dalam hidup saya yang tuhan berikan. Saya memiliki orangtua paling hebat didunia nama ibu saya Nurhayati dan ayah saya Fadli. Saya anak pertama dari 3 bersaudara, saya memiliki satu adik perempuan dan satu adik laki-laki. Nama adik perempuan saya Diah Cahyamaharani dan nama adik laki-laki saya M Arigoh Fanur. Kami tinggal disebuah rumah mungil yang sederhana di Kav. Pelita Air Service no.12 blolB rt04/15. Sebelumnya saya juga pernah tinggal di Tanah Baru yang saya lupa alamat lengkapnya. Sebagai anak pertama saya selalu dituntun untuk berperilaku baik agar bisa menjadi panutan untuk adik-adik saya. Tetapi saya tidak merasa terbebani oleh itu semua karena senang rasanya memiliki mereka dan bisa menjadi panutan untuk mereka.
Pertama kali saya menginjakan kaki untuk memulai pendidikan saya, saya menginjakan kaki di TK Taman Indria di TK inilah jumpa pertama saya dengan guru pertama saya. Tidak banyak kenangan yang saya ingat saat saya TK mungkin karena sudah 12 tahun yang lalu saya duduk dikursi TK saya yang berwarna-warni. Tetapi ada beberapa kenangan yang saya ingat saat saya TK salah satunya adalah saat saya TK saya megoleksi banyak sekali pin sinchan yang saya tempel ditopi snoopy kesayangan saya. Tapi sayangnya topi itu kini telah tiada dikarenakan sesuatu hal yang susah untuk saya jelaskan disini.
Saat saya kecil saya sangat dekat dengan nenek saya yang biasa saya sapa dengan ”mbah putri”. Mbah putri adalah nenek terbaik yang saya miliki, nenek yang merawat saya dari saya bayi, nenek yang selalu menemani saya kemanapun kaki saya ingin pergi. Tapi sayang, saya hanya bisa merasakan semua kasih sayang itu hanya sampai umur saya 5 tahun. Saat umur saya 5 tahun mbah Putri pergi meniggalkan saya dan semuanya untuk selamanya. Rasanya beribu rindu saya untuk mbah Putri. Tapi itu semua memang sudah rencana tuhan yang terbaik untuk memanggil mbah Putri untuk pulang ke istana megahnya. Semua kenangan tentang mbah Putri selalu saya simpan di dalam hati yang paling dalam yang akan selalu saya jaga sampai kapanpun.
Setelah saya TK saya melanjutkan riwayat sekolah saya di SDN DEPOK BARU 3, saya ingat sekali hari pertama saya menjadi murid di SDN DEPOK BARU 3 saya salah mengenakan seragam. Jika, semua teman-teman saya mengenakan seragam putih-merah berbeda dengan saya. Saya mengenakan seragam putih-putih. Saat SD saya mempunyai beberapa teman. Tapi saya sudah lupa kenangan apa saja yang saya lewati bersama teman-teman saya karena banyak sekali kenangan yang saya lewati di SD. Karena 6 tahun saya menuntut ilmu di SD. Saya juga memiliki guru-gur baik hati yang jasanya akan selalu saya kenang. Tapi saat saya SD ada beberapa teman saya yang paling saya ingat namanya Bening, Siti, Ajeng dan lainnya. Tapi sekarang saya sudah tidak pernah berjumpa lagi dengan Bening. Pengalam berkesan yang saya rasakan saat SD adalah saat-saat saya akan menghadapi UN saya yang pertama. Saya mulai sibuk dengan les dimana-mana untuk mempersiapkan UN.
Detik-detik menuju UN pertama saya, saya lewati dengan menyenangkan walaupun tetap saja di dalam hati kecil saya merasa takut. Takut UN pertama saya akan mengecewakan orang tua saya. Rasanya sedih jika mengecewakan mereka setelah apa yang sudah mereka berikan dan lakukan demi saya. Tapi semua kerja keras saya menghasilkan keberhasilan. Nilai UN saya diatas rata-rata dan masuk ke3 besar disekolah saya. Rasanya menyenangkan sekali dapat membuat orangtua saya bahagia.
Setelah saya di pastikan LULUS dari SD saya melanjutkan pendidikan saya ke SMP. SMP pertama yang saya daftar adalah SMPN 2 DEPOK. Setelah saya mendapat surat bahwa saya resmi di terima sebagai siswi di SMPN 2 DEPOK rasanya senang sekali karena beberapa teman SD saya juga diterima. Lalu berlanjutlah ke pembagian kelas dan ternyata saya satu kelas dengan Ajeng dan barulah MOS (masa orientasi siswa) dimulai. Saya dan Ajeng sangat sibuk mencari peralatan untuk persiapan MOS. Kami mendapat kelompok meteor yang dilambangkan dengan warna abu-abu. Saat MOS saya dan Ajeng sangat senang mengikuti berbagai kegiatan yang ada.
Setelah MOS berakhir dimulailah sekolah yang sebenarnya. Saya mendapatkan banyak teman-teman baru. Hari-hari awal saya di SMP diisi dengan Ajeng, hamper setiap hari saya bermai bersama Ajeng tidak hanya disekolah tapi juga dirumah karena jarak rumah kami yang tidak jauh. Tapi saying rumah Ajeng harus pindah jadi rumah kami berjauhan. Saya dan Ajeng mengikuti ekskul yang sama yaitu PMR tapi saying, saya dan Ajeng tidak bertahan lama di PMR akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti ekskul yang taekwondo . Saya dan Ajeng sangat senang di taekwondo karena disini kami serasa mendapat keluarga baru bukan hanya teman-teman baru. Memiliki sabeum ( panggilan untuk pelatih khusus taekwondo ) yang menyenangkan membuat saya semakin suka dengan taekwondo .
Pengalaman pertama saya saat ikut kejuaraan taekwondo sangat menyenangkan walaupun saya kalah tapi banyak sekali pengalaman berharga yang saya dapat. Pertama pengalaman berharga yaitu solidaritas karena untuk TC ( training center) yang cukup jauh yaitu di Halim Perdana Kusuma. Saya dan teman-teman harus naik kereta untuk sampai disana. Karena rutinitas itu harus kami jalani terus kami jalani berminggu-minggu hingga hari kejuaraan tiba. Itu semua membuat kami semakin mandiri dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Walaupun lelah karena TC tapi saya dan teman-teman tetap menikmati semua pengalaman berharga yang kami dapat. Satu hari sebelum kejuaraan kami semua menginap bersama dirumah salah satu sabeum kami rasanya menyenangkan sekali bisa menginap bersama disaat kami deg-degan menunggu hari kejuaraan. Tibalah hari kejuaraan dimulai, rasa deg-degan memikirkan lawan kami menjulur keseluruh tubuh rasanya keringat dingin dan gelisah.
Sampailah datang giliranku untuk tanding meperebutkan mendali pertamaku. Lawanku adalah seorang gadis ambon yang cukup gendut dan berambut keriting. Sayang aku kalah dan aku harus pulang tanpa satupun mendali ditanganku tetapi aku pulang dengan membawa berjuta pengalaman dalam diriku. Walau rasa kecewa menyelimuti diri ini tapi aku yakin kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Mungkin kali ini aku kalah tapi dilain waktu aku pasti bisa menjadi yang terabaik asal aku mau berusaha dan terus giat berlatih dan berhenti berucap ”tidak bisa”.
Saatnya untuk naik ke kelas VIII. Ternyata saya dan Ajeng sekelas lagi untuk tahun yang ke2 kami di SMPN 2 DEPOK sungguh ini tidak terduga oleh kami, tapi kami sangat senang dan kami mendapat kelas VII.3. Di awal kelas VIII saya mengenal teman-teman baru seperti Izzi, Isac, Kevin, Fajrus, Fabio dan banyak lagi. Sungguh banyak sekali pengalaman menyenangkan di kelas VIII.3 dan sungguh banyak juga untuk diceritakan. Tapi ada yang tidak bisa saya lupakan yaitu FIKAFI. Banyak sekali pengalaman seru yang saya lalui dengan FIKAFI. Mulai dari pengalaman pertama saya menjadi sering pergi ke warnet karena hasutan teman-teman saya. Tapi itu semua adalah pengalaman seru yang nantinya akan menjadi cerita berharga untuk saya. Lalu Study Tour pertama kami di SMP yaitu ”SMPN 2 DEPOK goes to jogja” ya kami semua study tour ke Jogja. Sungguh itu adalah study tour yang sangat menyenangkan. Banyak cerita seru yang terjadi saat study tour salah satunya adalah cerita dimana teman saya jengbond (panggilan sehari-hari dari teman-teman) yang nyasar di Malioboro sehingga saya dan teman-teman yang lain harus menunggunya cukup lama. Dan saat dia datang kami semua menyorakinya hingga dia memperlihatkan wajah merahnya.
Kelas VIII berakhir saat saya berjumpa dengan kelas IX dan persiapan UN. Dan ternyata saya dan Ajeng untuk kali ke3nya sekelas lagi. Sungguh-sungguh menyenangkan rasanya bisa terus bersama sahabat saya selama 3 tahun tanpa terpisah. Semakin erat persahabatan saya dengan Ajeng membuat saya merasa memiliki saudara perempuan lagi. Ajeng sangat menyenangkan orangnya sehingga membuat saya senang bersahabat dengannya. Banyak kesamaan yang saya dan Ajeng miliki mulai dari kesukaan kami membaca buku novel fiksi dan komik Miiko.
Dikelas IX saya mulai disibukan dengan jam O dan jam X yaitu jam tambahan di pagi dan siang hari khusus untuk kelas IX. Dan untuk persiapan UN saya dan Ajeng mendaftar les di primagama. Sampai akhirnya saatnya kami mempersiapkan diri untuk UN. Setelah masa UN lewat kami sibuk merencanakan buku tahunan. Tema foto saya dan teman-teman untuk buku tahunan yaitu bertemakan Harry Potter. Menyenangkan sekali saat kami mempersiapkan berbagai macam kostum kami masing-masing. Semua sibuk mencari tema dan kostum. Dan hasilnya tidak cukup memuaskan di buku tahunan fotoku tidak bagus. Ya tapi tetap saja semua terasa menyenangkan.
Tibalah hari dimana aku mendapatkan hasil belajarku selama 3 tahun di SMP. Ternya tidak sebagus nilai UN saya saat SD. Tetapi bukan berarti nilai saya jelek. Setelah dinyatakan LULUS kami semua sibuk mencari SMA dan menyiapkan semua data-data yang diperlukan untuk lanjut ke SMA. Sibuk sungguh sibuk menyiapkannya, pertama saya ingin bersekolah di SMAN 5 DEPOK tapi sayangnilai saya tidak cukup untuk bersekolah disitu. Lalu saya mendaftar di SMAN 6 DEPOK dan alhamdulillah saya diterima di SMAN 6 DEPOK. Jujur awalnya saya kecewa bersekolah di SMAN 6 DEPOK karena pandangan buruk say tentang SMAN6 DEPOK. Tetapi tenyata saya salah, setelah saya bersekolah di SMAN6 DEPOK cukup lama saya merasa sangat nyaman sekali.
Saya di tempatkan dikelas X.7 yang sekarang biasa disebut dengan SETUJUH!. Semua terasa menyenangkan sekarang, saya memiliki banyak teman-teman yang seru dan baik. Banyak pengalaman menyenangkan bersama SETUJUH! Saat kami mempersiapkan lomba 17 Agurtus, saat PORSENI, saat Idul Adha dan banyak lagi. Pasti akan banyak cerita baru bersama SETUJUH!. Mungkin cukup biografi tentang saya walau dalam biografi ini masih banyak kekurangannya.
Pertama kali saya menginjakan kaki untuk memulai pendidikan saya, saya menginjakan kaki di TK Taman Indria di TK inilah jumpa pertama saya dengan guru pertama saya. Tidak banyak kenangan yang saya ingat saat saya TK mungkin karena sudah 12 tahun yang lalu saya duduk dikursi TK saya yang berwarna-warni. Tetapi ada beberapa kenangan yang saya ingat saat saya TK salah satunya adalah saat saya TK saya megoleksi banyak sekali pin sinchan yang saya tempel ditopi snoopy kesayangan saya. Tapi sayangnya topi itu kini telah tiada dikarenakan sesuatu hal yang susah untuk saya jelaskan disini.
Saat saya kecil saya sangat dekat dengan nenek saya yang biasa saya sapa dengan ”mbah putri”. Mbah putri adalah nenek terbaik yang saya miliki, nenek yang merawat saya dari saya bayi, nenek yang selalu menemani saya kemanapun kaki saya ingin pergi. Tapi sayang, saya hanya bisa merasakan semua kasih sayang itu hanya sampai umur saya 5 tahun. Saat umur saya 5 tahun mbah Putri pergi meniggalkan saya dan semuanya untuk selamanya. Rasanya beribu rindu saya untuk mbah Putri. Tapi itu semua memang sudah rencana tuhan yang terbaik untuk memanggil mbah Putri untuk pulang ke istana megahnya. Semua kenangan tentang mbah Putri selalu saya simpan di dalam hati yang paling dalam yang akan selalu saya jaga sampai kapanpun.
Setelah saya TK saya melanjutkan riwayat sekolah saya di SDN DEPOK BARU 3, saya ingat sekali hari pertama saya menjadi murid di SDN DEPOK BARU 3 saya salah mengenakan seragam. Jika, semua teman-teman saya mengenakan seragam putih-merah berbeda dengan saya. Saya mengenakan seragam putih-putih. Saat SD saya mempunyai beberapa teman. Tapi saya sudah lupa kenangan apa saja yang saya lewati bersama teman-teman saya karena banyak sekali kenangan yang saya lewati di SD. Karena 6 tahun saya menuntut ilmu di SD. Saya juga memiliki guru-gur baik hati yang jasanya akan selalu saya kenang. Tapi saat saya SD ada beberapa teman saya yang paling saya ingat namanya Bening, Siti, Ajeng dan lainnya. Tapi sekarang saya sudah tidak pernah berjumpa lagi dengan Bening. Pengalam berkesan yang saya rasakan saat SD adalah saat-saat saya akan menghadapi UN saya yang pertama. Saya mulai sibuk dengan les dimana-mana untuk mempersiapkan UN.
Detik-detik menuju UN pertama saya, saya lewati dengan menyenangkan walaupun tetap saja di dalam hati kecil saya merasa takut. Takut UN pertama saya akan mengecewakan orang tua saya. Rasanya sedih jika mengecewakan mereka setelah apa yang sudah mereka berikan dan lakukan demi saya. Tapi semua kerja keras saya menghasilkan keberhasilan. Nilai UN saya diatas rata-rata dan masuk ke3 besar disekolah saya. Rasanya menyenangkan sekali dapat membuat orangtua saya bahagia.
Setelah saya di pastikan LULUS dari SD saya melanjutkan pendidikan saya ke SMP. SMP pertama yang saya daftar adalah SMPN 2 DEPOK. Setelah saya mendapat surat bahwa saya resmi di terima sebagai siswi di SMPN 2 DEPOK rasanya senang sekali karena beberapa teman SD saya juga diterima. Lalu berlanjutlah ke pembagian kelas dan ternyata saya satu kelas dengan Ajeng dan barulah MOS (masa orientasi siswa) dimulai. Saya dan Ajeng sangat sibuk mencari peralatan untuk persiapan MOS. Kami mendapat kelompok meteor yang dilambangkan dengan warna abu-abu. Saat MOS saya dan Ajeng sangat senang mengikuti berbagai kegiatan yang ada.
Setelah MOS berakhir dimulailah sekolah yang sebenarnya. Saya mendapatkan banyak teman-teman baru. Hari-hari awal saya di SMP diisi dengan Ajeng, hamper setiap hari saya bermai bersama Ajeng tidak hanya disekolah tapi juga dirumah karena jarak rumah kami yang tidak jauh. Tapi saying rumah Ajeng harus pindah jadi rumah kami berjauhan. Saya dan Ajeng mengikuti ekskul yang sama yaitu PMR tapi saying, saya dan Ajeng tidak bertahan lama di PMR akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti ekskul yang taekwondo . Saya dan Ajeng sangat senang di taekwondo karena disini kami serasa mendapat keluarga baru bukan hanya teman-teman baru. Memiliki sabeum ( panggilan untuk pelatih khusus taekwondo ) yang menyenangkan membuat saya semakin suka dengan taekwondo .
Pengalaman pertama saya saat ikut kejuaraan taekwondo sangat menyenangkan walaupun saya kalah tapi banyak sekali pengalaman berharga yang saya dapat. Pertama pengalaman berharga yaitu solidaritas karena untuk TC ( training center) yang cukup jauh yaitu di Halim Perdana Kusuma. Saya dan teman-teman harus naik kereta untuk sampai disana. Karena rutinitas itu harus kami jalani terus kami jalani berminggu-minggu hingga hari kejuaraan tiba. Itu semua membuat kami semakin mandiri dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Walaupun lelah karena TC tapi saya dan teman-teman tetap menikmati semua pengalaman berharga yang kami dapat. Satu hari sebelum kejuaraan kami semua menginap bersama dirumah salah satu sabeum kami rasanya menyenangkan sekali bisa menginap bersama disaat kami deg-degan menunggu hari kejuaraan. Tibalah hari kejuaraan dimulai, rasa deg-degan memikirkan lawan kami menjulur keseluruh tubuh rasanya keringat dingin dan gelisah.
Sampailah datang giliranku untuk tanding meperebutkan mendali pertamaku. Lawanku adalah seorang gadis ambon yang cukup gendut dan berambut keriting. Sayang aku kalah dan aku harus pulang tanpa satupun mendali ditanganku tetapi aku pulang dengan membawa berjuta pengalaman dalam diriku. Walau rasa kecewa menyelimuti diri ini tapi aku yakin kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Mungkin kali ini aku kalah tapi dilain waktu aku pasti bisa menjadi yang terabaik asal aku mau berusaha dan terus giat berlatih dan berhenti berucap ”tidak bisa”.
Saatnya untuk naik ke kelas VIII. Ternyata saya dan Ajeng sekelas lagi untuk tahun yang ke2 kami di SMPN 2 DEPOK sungguh ini tidak terduga oleh kami, tapi kami sangat senang dan kami mendapat kelas VII.3. Di awal kelas VIII saya mengenal teman-teman baru seperti Izzi, Isac, Kevin, Fajrus, Fabio dan banyak lagi. Sungguh banyak sekali pengalaman menyenangkan di kelas VIII.3 dan sungguh banyak juga untuk diceritakan. Tapi ada yang tidak bisa saya lupakan yaitu FIKAFI. Banyak sekali pengalaman seru yang saya lalui dengan FIKAFI. Mulai dari pengalaman pertama saya menjadi sering pergi ke warnet karena hasutan teman-teman saya. Tapi itu semua adalah pengalaman seru yang nantinya akan menjadi cerita berharga untuk saya. Lalu Study Tour pertama kami di SMP yaitu ”SMPN 2 DEPOK goes to jogja” ya kami semua study tour ke Jogja. Sungguh itu adalah study tour yang sangat menyenangkan. Banyak cerita seru yang terjadi saat study tour salah satunya adalah cerita dimana teman saya jengbond (panggilan sehari-hari dari teman-teman) yang nyasar di Malioboro sehingga saya dan teman-teman yang lain harus menunggunya cukup lama. Dan saat dia datang kami semua menyorakinya hingga dia memperlihatkan wajah merahnya.
Kelas VIII berakhir saat saya berjumpa dengan kelas IX dan persiapan UN. Dan ternyata saya dan Ajeng untuk kali ke3nya sekelas lagi. Sungguh-sungguh menyenangkan rasanya bisa terus bersama sahabat saya selama 3 tahun tanpa terpisah. Semakin erat persahabatan saya dengan Ajeng membuat saya merasa memiliki saudara perempuan lagi. Ajeng sangat menyenangkan orangnya sehingga membuat saya senang bersahabat dengannya. Banyak kesamaan yang saya dan Ajeng miliki mulai dari kesukaan kami membaca buku novel fiksi dan komik Miiko.
Dikelas IX saya mulai disibukan dengan jam O dan jam X yaitu jam tambahan di pagi dan siang hari khusus untuk kelas IX. Dan untuk persiapan UN saya dan Ajeng mendaftar les di primagama. Sampai akhirnya saatnya kami mempersiapkan diri untuk UN. Setelah masa UN lewat kami sibuk merencanakan buku tahunan. Tema foto saya dan teman-teman untuk buku tahunan yaitu bertemakan Harry Potter. Menyenangkan sekali saat kami mempersiapkan berbagai macam kostum kami masing-masing. Semua sibuk mencari tema dan kostum. Dan hasilnya tidak cukup memuaskan di buku tahunan fotoku tidak bagus. Ya tapi tetap saja semua terasa menyenangkan.
Tibalah hari dimana aku mendapatkan hasil belajarku selama 3 tahun di SMP. Ternya tidak sebagus nilai UN saya saat SD. Tetapi bukan berarti nilai saya jelek. Setelah dinyatakan LULUS kami semua sibuk mencari SMA dan menyiapkan semua data-data yang diperlukan untuk lanjut ke SMA. Sibuk sungguh sibuk menyiapkannya, pertama saya ingin bersekolah di SMAN 5 DEPOK tapi sayangnilai saya tidak cukup untuk bersekolah disitu. Lalu saya mendaftar di SMAN 6 DEPOK dan alhamdulillah saya diterima di SMAN 6 DEPOK. Jujur awalnya saya kecewa bersekolah di SMAN 6 DEPOK karena pandangan buruk say tentang SMAN6 DEPOK. Tetapi tenyata saya salah, setelah saya bersekolah di SMAN6 DEPOK cukup lama saya merasa sangat nyaman sekali.
Saya di tempatkan dikelas X.7 yang sekarang biasa disebut dengan SETUJUH!. Semua terasa menyenangkan sekarang, saya memiliki banyak teman-teman yang seru dan baik. Banyak pengalaman menyenangkan bersama SETUJUH! Saat kami mempersiapkan lomba 17 Agurtus, saat PORSENI, saat Idul Adha dan banyak lagi. Pasti akan banyak cerita baru bersama SETUJUH!. Mungkin cukup biografi tentang saya walau dalam biografi ini masih banyak kekurangannya.
Blog Archive
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
About Me
Followers
Recent Posts
Featured Video
flavors
http://flavors.me/fardilau
Download
BTricks
Featured Video
Diberdayakan oleh Blogger.
Cari Blog Ini
Popular Posts
-
karena blog temen-temen gue yg bagus-bagus bangeeettttt....jadilah gue penasran untuk memperbagus blog gue ini. awalnya gue bingung banget g...
-
Penuh Keraguan, Bimbang, Adil Pandai Bermuka Dua, Memiliki Naluri Yang Kuat, Mempesona Nomor Keberuntungan : 8, 17, 22, 35, 39, 44 Aroma Keb...
-
Trippin out Spinning around I'm underground I fell down Yeah I fell down I'm freaking out, where am I now? Upside down and I can...
-
La Dana adalah seorang anak petani dari Toraja. Ia sangat terkenal akan kecerdikannya. Kadangkala kecerdikan itu ia gunakan untuk memperdaya...
-
heeeyyyy.. ini pertama kalinya loha akoh mau curhat diblog. krn liat aja posting gue dari awal isinya gaje2 wkwk. abis kan ya kalo curhat di...
-
tonight.... very disappointing :( tadi tiba-tiba aja pas abis pulang basket gue ingat punya janji dgn sesorang mau buatin puding, yaudh cep...
-
todayyyy.... ya gue hari ini tepat jadian satu bulan sama si botak hehe ._. nothing special juga seh tapi yaaaaa pengen mosting aja seh hehe...
-
Nama saya Farah Dilla Fanur , saya lahir di Ujung Pandang Sulawesi Selatan pada tanggal 18 Oktober 1995. Saya lahir dari keluarga sederhana,...
Copyright (c) 2010 MyDreamlands. Design by WPThemes Expert
Blogger Templates, Grocery Coupons and Daily Fantasy Sports.
